Zakat Sebagai Sistem Ekonomi Negara

Posted on Updated on

Kenapa zakat menjadi salah satu dari rukun islam?

Apa sebenarnya yang dimaksud zakat dalam islam?

Dua pertanyaan inilah yang selalu menggelayuti pikiran saya. Kenapa begitu banyak kemiskinan dan ketidak adilan ekonomi pada bangsa yang katanya mayoritas islam. Apa memang umatnya hanya mengaku islam doang, padahal tidak diakui sebagai islam. he..he..

Saya teringat dengan sebuah pengajaran yang disampaikan oleh guru ngaji saya dulu ketika SMP, katanya pada zaman rosulullah itu, ada sebuah lembaga keuangan yang dinamai dengan BAITUL MAL (Gudang Harta)…Kalau sekarang bank kali ya….

Ada sesuatu yang menarik ketika saya mempelajari tentang baitul mall ini. Entah kenapa saya begitu yakin kalau baitul mall ini adalah bank yang tidak akan pernah bangkrut selama ada orang islam. Kenapa, karena yang nabung tidak pernah meminta lagi uang tabungan mereka.

Saya sering berkhayal, jika sebuah kampung dengan jumlah warga yang menghasilkan uang 500 0rang dan setiap orang berpendapatan Rp 10.000/hari, dengan dibangun kesadaran mengeluarkan 2,5% dari penghasilannya maka akan terkumpul dana Rp 250 x 500 = Rp 125.000/hari.

Coba kita bulankan, akan terkumpul dana hibah sebesar Rp 3.750.000/bulan. Logika ini jika seluruh rata mendapat penghasilan Rp 10.000. Bagaimana jika lebih dari itu. Subahanallah. Sistem yang luar biasa.

Dengan uang segini, saya kira kita dapat membangun ekonomi kerakyatan pinjaman tanpa agunan dan tanpa bunga. Bukan seperti bank syariah dan bank muamalah yang merupakan sistem ekonomi kapitalis berjubah islam.

 

2 thoughts on “Zakat Sebagai Sistem Ekonomi Negara

    dadang kohar thea said:
    April 23, 2011 pukul 11:42 am

    Punten kang.. zakat itu dari segi hikmahnya adalah bagian dari sistem ekonomi Islam, sedangkan dari segi mengeluarkan dan mendistribusikannya merupakan ibadah yang harus sesuai dengan aturan Islam yang sudah tetap (baku), sistem ekonomi Islam tidak hanya mengatur zakat saja dan zakat hanya salah satu sumber pesamasukan anggaran negara yang dikelola oleh baitul mal, baitul mal itu khusus untuk istilah pada negara Islam (khilafah) tidak bisa diketegorikan bank seperti saat ini, bank seperti saat ini (tentu yang tidak ribawi) bisa ada atau tidak di dalam negara Islam (khilafah) tetapi baitul mal merupakan salah satu lembaga negara yang selalu ada setiap ada negara Islam (khilafah). Adapun untuk mengentaskan kemiskinan tidak bisa secara parsial tetapi harus integral dan menyeluruh oleh negara, karena persoalan kemiskinan itu terjadi karena harta/kekayaan itu tidak terdistribusi dengan benar, jadi jika ingin mengentaskan kemiskinan bisa dilakukan dengan pemerataan kekayaan yang dikelola/diatur oleh negara, tidak bisa secara individual ataupun lembaga kemasyarakatan.

    imam said:
    Juli 20, 2011 pukul 1:40 pm

    Optimis akan tegaknya satu tatanan Islam, salah satunya adalah Zakat, merupakan adanya tanda kecintaan kepada Islam.
    Optimislah…..
    Ber-husnudzan-lah..
    Barokallaahu Lakum.. Amien

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s