Gerakan Magrib Mengaji dan Generasi Parukunan

Posted on Updated on

Assalamua’laikum temen-temen!

Pada kegiatan rakor dengan Mapenda Kab. Bogor hari ini (8 April 2011), Kasubag Kemenag TU Drs. H. Wahyu Fahrudin, M.Pd.I memberikan materi kebijakan kemenag. Dalam paparannya beliau mengajukan sebuah isu tentang GENERASI PARUKUNAN dan GERAKAN MAGHRIB MENGAJI.

Berdasar kepada kenyataan degradasi moral anak bangsa dan kelemahan anak-anak kita dalam membaca Al-quran, maka diperlukan sebuah program yang efektif. Salah satu program yang perlu kita pikirkan adalah GERAKAN MAGHRIB MENGAJI yang pada dekade 1990an masih bertahan.

Gerakan ini harus dilaksanakan oleh seluruh warga kabupaten Bogor.

“TIDAK ADA KEGIATAN LAIN SETELAH MAGHRIB KECUALI MENGAJI”

One thought on “Gerakan Magrib Mengaji dan Generasi Parukunan

    ca'nur said:
    Januari 20, 2012 pukul 10:25 pm

    Era 70 s.d 80-an terutama di kampung-kampung tiada suara lain setiap rumah kecuali mengaji baik al-qur’an maupun kitab kuning sampai jam 22.00 walau hanya dengan lampu teplok, saya rindu seolah jaman ingin kembali lagi ke yang dulu (lorong waktu kali), kira-kira bisa ga’ ya kegiatan itu terulang kmbali tuk saat sekarang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s